Kentang goreng, salah satu makanan favorit anak-anakku. Makanan siap saji yang mengandung karbohidrat ini menjadi pilihan makanan yang kusajikan untuk anak-anak sebagai selingan makan nasi.
Saat menggoreng kentang, akan keluar aroma khas yang harum dan menggiurkan. Siapa saja yang menghirup aromanya pasti akan berimajinasi tentang kelezatan kentang goreng. Dan yang pasti menjadi sangat memimpikan untuk menikmati kentang goreng yang nikmat.
Saat melewati dekat dapur fast food di mall atau swalayan, aroma kentang yang semerbak akan tercium sampai keluar dan sangat menggugah selera kita untuk datang ke fast food tersebut.
Tapi bagi saya aroma kentang yang khas untuk membangkitkan selera makan justru menjadi aroma kenangan yang menakutkan. Aroma kentang ini mengingatkan saya pada jaman menempuh pendidikan lanjutan atas di Yogyakarta. Karena setiap sore menjelang malam aroma kentang ini akan tercium dari salah satu rumah yang berada tepat di depan sekolah.
| Rumah kentang di Yogyakarta |
Rumah kentang, salah satu rumah yang disebut rumah angker oleh banyak orang. Saya sendiri masih simpang siur mengenai sejarah rumah tersebut namun karena cerita dari mulut ke mulut dari kakak-kakak kelas, saya percaya bahwa rumah itu angker dan berhantu.
Hampir tiap sore menjelang malam aroma kentang akan tercium saat melintasi rumah ini, bangunan Belanda yang hampir tidak pernah terlihat ditempati dan keadaan sekitar yang sunyi, hal Ini mendukung sekali membuat suasana mistis.
Suatu hari saya mengikuti kegiatan KIR (Karya Ilmiah Remaja) yang membuat saya sampai malam berada di sekolah. Saya pulang lebih dahulu dari teman-teman karena saya harus mengikuti peraturan jam asrama. Tetapi apa dinyana saat akan keluar gerbang sekolah saya melihat seorang wanita berambut panjang, berbaju panjang berdiri di depan rumah tersebut, memunggungi pintu gerbang. Tap....rasanya jantung saya berhenti, nafas hampir putus, bulu kuduk berdiri, kaki saya rasanya tidak bisa digerakkan dan menjeritpun tak bisa, saya ketakutan setengah mati. Saya kuat-kuatkan diri, saya berbalik lagi ke sekolah dan lari sekencangnya ke ruangan KIR dan saya tidak jadi pulang ke asrama.
Sesampai di ruang KIR saya tidak tahu lagi apa yang terjadi karena saat saya terbangun sudah berada di ruang UKS sekolah dengan dikelilingi teman dan guru. Ternyata sesampainya saya di ruangan, saya tak sadarkan diri. Setelah siuman saya ceritakan pengalaman yang menakutkan itu, saya pun tidak tahu yang saya lihat itu benar hantu atau hanya ilusi saya saja atau manusia biasa. Yang pasti selama tiga tahun bersekolah selama itu pula saya tidak pernah berani sendiri melewati rumah beraroma kentang itu jika malam telah tiba. Saya lebih baik memilih jalan lain daripada harus melewati rumah tersebut.
Sampai kini mitos dan cerita rumah kentang masih saja ada dan melegenda. Menurut teman saya sampai sekarang pun aroma kentang tersebut masih tercium dari rumah itu. Itulah aroma kenangan yang menakutkan buat saya. Bila tercium aroma kentang goreng maka aroma itu mengingatkan saya akan rumah kentang, si rumah angker.

























.jpg)